Mom's Diary

Kenali Gejala Obesitas pada Balita

600x400 Kenali Gejala Obesitas pada Balita
0 0 Comments

600x400 Kenali Gejala Obesitas pada Balita

Sejak dulu, banyak orang berpendapat bahwa bayi gemuk artinya sehat dan lucu. Akibatnya, seringkali banyak Mom yang justru berupaya semaksimal mungkin membuat anaknya terlihat montok.

Termasuk dengan memberikan makanan yang dapat membuat berat badan buah hati melonjak. Hati-hati lho, Moms. Jangan sampai terjebak dengan mitos bayi gemuk adalah bayi sehat. Jika salah menafsirkan, bisa jadi Moms justru memberinya nutrisi berlebih yang dapat menimbulkan obesitas.

Yup, obesitas sangat mungkin terjadi pada anak. Sebaiknya Moms jangan lengah dan bersikap permisif dengan alasan mumpung buah hati masih kecil. Padahal kelebihan berat badan atau obesitas pada usia dini memiliki kecenderungan untuk terus berlanjut hingga buah hati tumbuh dewasa. Semakin ia besar, makin sulit untuk mengatasinya lho, Moms. Jadi, agar buah hati terhindar dari obesitas, mari kenali faktor penyebab dan cara mencegahnya.

Apa Penyebab Obesitas pada Balita?

Salah satu penyebab obesitas adalah faktor keturunan. Terutama jika orang tua mengidap penyakit diabetes, maka anak-anaknya berisiko untuk mengalami obesitas pada usia muda. Bahkan, meskipun ketika balita mereka memiliki berat badan yang normal.

Tapi, bukan berarti jika Moms dan pasangan bebas diabetes maka buah hati juga tidak bisa mengalami obesitas lho. Ternyata, faktor utama penyebab obesitas pada anak adalah kebiasaan hidup sehari-hari, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan pola istirahat yang diterapkan pada buah hati.

Saat ini, makin banyak tersedia jenis makanan dan camilan bagi buah hati. Sebaiknya, Moms tetap mengutamakan faktor kesehatan dalam memilih jenis makanan bagi sang buah hati. Jangan berlebihan dalam  memberi makanan yang memiliki kadar karbohidrat dan lemak yang tinggi, seperti:

  • Permen dan coklat.
  • Minuman yang mengandung banyak gula.
  • Makanan cepat saji (junk food).
  • Kue-kue yang mengandung banyak gula dan coklat.
  • Keju dan kacang-kacangan, dll.

Tentu saja, bukan berarti buah hati sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Selama porsi dan frekuensinya tidak berlebihan, Moms tetap boleh kok memberikannya pada buah hati.

Bagaimana Cara Mencegah Obesitas?

Pola makan seimbang memang menjadi kunci penting bagi kesehatan buah hati. Dengan makan teratur dan bernutrisi lengkap, balita Moms akan memiliki tubuh ideal yang mendukung tumbuh kembangnya. Nah, Moms mungkin bertanya, kira-kira seperti apa sih pola makan seimbang bagi balita? Tips berikut ini mungkin dapat menjadi panduan Moms:

  • Ukuran porsi makan sekitar 1/2 dari porsi makan orang dewasa.
  • Biasakan minum jus yang terbuat dari 100% buah asli tidak lebih dari 180 ml per hari.
  • Selalu berikan sayuran dan buah-buahan yang kaya serat.
  • Biasakan membeli makanan selingan dalam ukuran sekali makan.
  • Jika harus membeli dalam ukuran besar, sajikan pada si Kecil dalam wadah terpisah.
  • Susun jadwal makan yang teratur (3x makan besar, 2x makan selingan).

Selain itu, mari biasakan makan bersama sekeluarga. Cara ini efektif lho agar Moms dapat mengawasi asupan nutrisi yang dikonsumsi buah hati. Selain itu, saat ia makin besar nanti, ia akan terbiasa dengan variasi aneka menu keluarga yang berimbang. Tak hanya mencegah obesitas, tapi juga efektif menghindari buah hati menjadi picky eater.

Aktivitas fisik dan jadwal istirahat yang cukup juga turut berperan mencegah obesitas pada buah hati.  Jika Moms mungkin berpikir bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko obesitas, hal ini justru kurang tepat. Riset sejumlah pakar gizi justru menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas. Alasannya, karena metabolisme buah hati menjadi terganggu dan membuat buah hati lebih suka mengemil.

Sejak kecil, biasakan buah hati untuk bermain bersama teman-temannya sehingga ia tetap aktif bergerak. Batasi waktu di depan TV atau bermain game elektronik/komputer yang cenderung membuat buah hati menjadi malas untuk aktif bergerak.

Saat buah hati berusia 1-5 tahun, sangat disarankan untuk melakukan aktivitas fisik selama total 3 jam setiap hari. Bisa dengan berjalan pagi, main bola, petak umpet, meloncati bebatuan, dan lainnya. Tapi, lakukan secara bertahap ya, Moms. Jangan langsung memberinya aktivitas fisik selama 3 jam agar buah hati juga tidak kelelahan. Berikut ini beberapa contoh aktivitas fisik yang dapat Moms coba lakukan bersama buah hati sesuai kebutuhan usianya.

  • Usia 1-3 Tahun
    Buah haati dianjurkan untuk aktif bergerak lewat permainan-permainan fisik, termasuk gerakan berlari, melompat, dan memanjat. Mereka juga mulai dapat dilatih untuk melakukan gerakan motorik seperti menendang, menangkap, melempar, memukul, dan berguling-guling. Moms juga dapat mengajak anak untuk menari bersama agar dia tidak bosan.
  • Usia 3-5 Tahun
    Di usia ini, buah hati sudah bisa melakukan banyak aktivitas. Selain aktivitas-aktivitas seperti anak usia 1-3 tahun, Moms sudah mulai bisa mengajarinya beraktivitas fisik yang melatih kestabilan dan kemampuan mengontrol gerakan seperti naik sepeda. Ajak buah hati ke taman bermain agar dia bisa beraktivitas fisik sekaligus belajar bersosialisasi dengan teman-teman seusianya.

Jika Moms rutin melakukan aktivitas fisik tersebut bersama buah hati, tak terasa Moms sebenarnya juga sudah ikut melakukan olahraga ringan lho!

* Sumber : Bebelac



0 0 Comments
1 Love2 Loves3 Loves4 Loves5 Loves 0 Reviews(s)
Loading...Loading...

Comment
0 comments